2 Tawarikh 12:1-14
Ia berbuat yang jahat, karena ia tidak tekun mencari TUHAN (2 Tawarikh 12:14)
Kejahatan itu bukan hanya persoalan membunuh atau berzinah, tetapi kalau kita pelajari pada ayat bacaan, Rehabeam disebut jahat karena dia tidak tekun dalam mencari TUHAN. Dengan kata lain benar dia mencari TUHAN, percaya kepada TUHAN dan tahu bahwa TUHAN itu ada disorga dan mampu melakukan segala perkara, akan tetapi yang menjadi masalah bagi Rehabeam dia tidak tekun dalam mencari TUHAN. Kita memang sering pergi beribadah, mendengarkan firman TUHAN, namun jika kita tidak tekun dalam semuanya itu maka seperti yang alkitab katakan, kita adalah orang-orang yang jahat. Rehabeam dikelompokkan sebagai orang yang berbuat jahat, karena Rehabeam adalah orang yang tidak belajar hal-hal baik dari ayahnya.
Ada 4 bukti bahwa Rehabeam tidak belajar yang baik:
- Rehabeam tidak datang dan bertanya terlebih dahulu kepada TUHAN sebelum dia bertindak dalam sesuatu. (2 Tawarikh 10 : 1). Salomo ayahnya adalah seorang yang selalu bertanya dahulu kepada TUHAN sebelum dia bertindak.
- Rehabeam dalam meghadapi masalah selalu dengan kekerasan dan dengan kemauannya sendiri. (2 Tawarikh 10 : 11). Salomo dalam menghadapi masalahnya selalu menggandalkan hikmat dan kebijaksanaan yang datang dari TUHAN.
- Ketika kerajaannya mulai kokoh dan kuat, dia meninggalkan hukum TUHAN (2 Tawarikh 12:1). Hal yang sama dilakukan juga oleh salomo ayahnya, tanda bahwa Rehabeam tidak belajar apa yang baik.
- Pernikahan yang tidak kudus akan menghasilkan keturunan yang tidak kudus. (1 Tawarikh 11:21). Pernikahan terhadap wanita dari bangsa lain menyebabkan timbulnya kepercayaan asing, khususnya keturunannya.
Refleksi:
Orang yang tidak sungguh-sungguh dalam mencari TUHAN adalah orang yang mudah jatuh dalam 'dosa'. Orang yang tidak bertekun dalam mencari TUHAN adalah orang yang mudah diserat setan.
Sumber: Warta Jemaat GBI 'Karunia' di Karumenga
Sumber: Warta Jemaat GBI 'Karunia' di Karumenga
